Jenis Penyakit Vertigo Yang Perlu Diketahui

Penyakit Vertigo

Vertigo merupakan suatu gejala yang mengganggu mekanisme alat keseimbangan dimana seseorang merasakan pusing yang berputar, maksudnya berputar yaitu ketika seserorang merasakan pusing yang berputar-putar seperti tujuh keliling dan ia merasa lingkungan sekitar terasa berputar walaupun badan orang tersebut tidak berputar.

Vertigo ini menyebabkan orang tersebut kehilangan keseimbangan untuk berdiri atau berjalan. Sekalipun ia bisa berdiri, pasti akan terjatuh.  Banyak orang mengenal istilah vertigo dengan “rasa pusing tujuh keliling”. Penyebab vertigo umumnya yaitu suatu gejala dimana terjadinya gangguan mekanisme keseimbangan pada telinga bagian dalam. Vertigo bukanlah nama penyakit, namun hanya gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba dalam jangka waktu tertentu.

Gejala vertigo ini umumnya akan memicu penderita ingin merasakan muntah karena sensasi mual yang dirasakan.  Penderita tersebut juga akan mengeluarkan keringat berlebih, sakit kepala pusing yang amat sangat, dan telinga berdenging dan serasa akan terjatuh karena kehilangan keseimbangan.  Selain itu penyebab lainnya yang dapat memicu gejala vertigo kambuh seperti awalnya merasakan migrain (sakit kepala sebelah yang tak tertahankan nyerinya), mengonsumsi berlebih jenis obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kerusakan telinga.

2 Jenis Penyakit Vertigo

Secara umum, terdapat 2 jenis vertigo yaitu :

  1. Vertigo Perifer

Vertigo jenis ini yang umumnya sering terjadi dan dialami seseorang. Vertigo perifer disebabkan oleh gangguang mekanisme keseimbangan yang terletak pada telinga bagian dalam. Gangguan yang  terjadi pada vertigo jenis ini meliputi: labrinitis, vestibular neuronitis, vertigo paroksismal jinak (BPPV), dan penyakit meniere.

BPPV merupakan penyebab utama vertigo yang terjadi ketika adanya perubahan posisi dan gerakan kepala secara tiba-tiba. BPPV menyerang tanpa alasan yang jelas. Terkadang terjadi setelah penderita mengalami infeksi telinga, operasi telinga, cedera kepala yang diakibatkan karena kepala terbentur atau terjatuh serta ketika seseorang tersebut terlalu tidur atau terlalu lama terbaring.

Menurut para ahli, BPPV terjadi akibat serpihan debris atau dikenal kristal kalsium karbonat yang terlepas dari dinding saluran telinga bagian dalam. Serpihan tersebut menyebabkan gangguan lketika masuk ke saluran telinga bagian dalam yang penuh cairan, yang kemudian memicu timbulnya gerakan cairan yang abnormal ketika melakukan gerakan kepala kearah tertentu. Gerakan inilah laku akan mengirim sinyal yang menyulitkan dan membuat bingung otak hingga menimbulkan gejala vertigo. Baca juga informasi tentang 5 Tips Ampuh Mencegah Penyakit Vertigo.

BPPV umumnya menyerang lansia (kaum lanjut usia) di usia sekitar 50 tahun keatas, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dapat juga dialami oleh kaum muda.

  1. Vertigo Sentral

Vertigo jenis ini terdapat gangguan masalah di sebelum otak kecil yang terletak di bawah otak otak besar / batang otak (Batang otak yang terhubung dengan saraf pada tulang belakang).  Vertigo sentral meliputi gejala gangguan seperti migrain, sklerosis multipek, stroke dan transient ischaemic attack (TIA), obat-obatan jenis tertentu, serta tumor otak ataupun tumor jinak yang terletak di otak kecil dan pada saraf pendengaran.

Sebaiknya apabila gejala vertigo ini terus berlansung dan tak kunjung membaik, harap untuk segera konsultasikan ke dokter baik itu melakukan pemeriksaan sederhana ataupun apabila jika dokter menganjurkan Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terutama jika Anda mengalami gejala vertigo ini dengan frekuensi yang termasuk sering kambuh.

Itulah informasi tentang jenis jenis penyakit vertigo yang perlu diketahui. Semoga dapat menambah wawasan Anda.

Source : www.medicalnewstoday.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.