Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Apa Itu Virus HPV?

Apa itu virus HPV? Virus yang memiliki jenis dari 100 lebih ini dapat hidup pada sel sel kulit mati. HPV adalah Human Palilloma Virus yang dapat menyebabkan pertumbuhan kutil terhadap bagian tubuh. Tidak semua Human Palilloma Virus dapat menyebabkan kanter. Hanya Human Palilloma Virus 16 dan 18 yang dapat menyebabkan memicu terjadinya kanker serviks pada seseorang.

Virus HPV

Pada seseorang ini dapat terkena Human Palilloma Virus, karena terserangnya Human Palilloma Virus ini tidak mengenal usia, bahkan pada anak anak yang belum memasuki usia produktif dapat terserang virus HVP.

Pada pria dan wanita ini dapat terserang. Bila pada pria akan memberikan efek seperti mengalami kanker pada penis, kulit kelamin, kanker anus, kanker mulut dan juga kanker pada tenggorokan.bila pada seorang wanita akan mengalami kanker pada anus, tengorokan, mulut, vagina dan juga vulva.

Biasanya virus ini dapat ditularkan pada seseorang yang melakukan hubungan seks bebas tanpa alat pengaman, seperti melakukan  pada vagina, anal dan juga oral. Banyaknya seseorang yang memiliki Human Palilloma Virus tetapi tidak menyadari bahwa dia memiliki. Gejala gejala pada seseorang yang memiliki dapat dirasakan setelah memasuki 15 tahun hingga 20 tahun.

Cara pencegahannya.

Melakukan pencegahhan ini dapat membatu kita terhadap terserangnya berbagai virus seperti Human Palilloma Virus. Cara pencegahhannya pu dapat dilakukan mengunakan suntik vaksin, hal ini dapat di suntikan terhadap orang yang belum pernah melakukan hubungan seks agar terhindar dari virus tersebut. Pada seorang wanita dapat di suntikan pada sekitar umur 13 hingga 25 tahun, bila pada seorang pria dapat di lakukan saat usia 11 tahun hingga 26 tahun.

Selain penyuntikan, pencegahhan ini dapat di lakukan dengan melakukan pap smear, pap smear ini biasanya di lakukan pada seorang yang telah melakukan hubungan seksual. Pengecegan ini dapat di lakukan secara rutin setiap 2 sampai 3 tahun sekali, agar dapat mendeteksi adakah sel bibit kanker yang berada pada tubuh.

Selain secara medis, kita dapat melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi sayur sayuran. Selain dapat memberikan kesehatan tubuh mengkonsumsi sayuran seperti tomat, brokoli, selada, ubi jalar, bawang putoh dan wortel dapat memberikan anti body terhadap tubuh sehingga dapat mencegahnya sel kanker yang masuk.

Baca juga info tentang Perlukah Vaksin Kanker Serviks Untuk Virus HPV

Gejala awal dari kanker serviks yang terjadi

Mengeluarkan bercak darah.

Hal ini dapat di alami pada seseorang yang tidak mengalami masa haid. Hal ini juga dapat di alami seseorang yang mengalami haid secara berlebihan seperti orang yang mengalami pendarahan. Hal ini dapat menjadi sebuah tanda seseorang mengalami gejala pada Human Palilloma Virus.

Memiliki keputihan yang tidak wajar.

Hal ini dapat di tunjukan dari seseorang yang memiliki keputihan yang memiliki warna dan berbau yang tidak mengenakan.

Memiliki rasa lelah yang berlebihan.

Rasa lelah memanglah dapat dirasakan pada setiap orang, tetapi berbeda dengan orang yang memiliki gejala dari penyakit kanker serviks. Pada dasarnya seseorang yang memiliki rasa lelah berlebihan ini di akibatkan kekurangan energi.bila rasa lelah ini tak kunjung hilang maka segera melakukan pemeriksaan terhadap dokter.

Ada juga perlu menjaga organ reproduksi agar terhindar dari pertumbuhan jamur dan virus. Memberihkan daerah kewanitaan anda dengan mengunakan tisue, dan jangan biarkan alat reproduksi anda mengalami kelembabpan, sehingga mampu membasmi organisme yang dapat merusak orhan reproduksi.

Source : www.medicalnewstoday.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.